Jumat, 12 Oktober 2012

Organisasi

Definisi dan Pengertian Organisasi  

1. Organisasi Menurut Stoner Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui dimana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.  

2. Organisasi Menurut James D. Mooney Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.  

3. Organisasi Menurut Chester I. Bernard Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.  

Pengertian organisasi

Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.  

Organisasi sebagai Wadah dan Proses  

Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya organisasi yaitu seperti uang, material, mesin, metode, lingkungan, sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang dipergunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.  

Proses dalam kamus bahasa Indonesia berarti rangkaian suatu tindakan. Sedangkan proses dalam buku organisasi karamgan Gibso Invancevich Donnelly adalah berkenaan dengan aktifitas yang memberi kehidupan pada skema organisasi tersebut. Proses organisasi merupakan jiwa bagi struktur organisasi. Jika proses tersebut tidak berjalan dan berfungsi dengan baik,maka masalah tidak pernah yang tidak perah diharapkan akan timbul dalam sebuah organisasi.  

Adapun model organisasi yang akan kita bahas disini ada empat proses prilaku yang nanti akan menyumbangkan prestasi pada organisasi yang effektif. Empat proses tersebut yaitu komunikasi, pengambilan keputusasn, evaluasi prestasi, sosialisasi dan karir.  


Tipe-tipe organisasi  

Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka terstruktur. Namur dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.  

1. Organisasi Formal  

Organisasi formal ialah suatu organisasi yang memiliki struktur yang jelas, pembagian tugas yang jelas, serta tujuan yang ditetapkan secara jelas. Atau organisasi yang memiliki struktur (bagan yang menggambarkan hubungan-hubungan kerja, kekuasaan, wewenang dan tanggung jawab antara pejabat dalam suatu organisasi). Atau organisasi yang dengan sengaja direncanakan dan strukturnya secara jelas disusun. Organisasi formal harus memiliki tujuan atau sasaran. Tujuan ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi struktur organisasi yang akan dibuat. Struktur organisasi (desain organisasi) dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola. Struktur organisasi menunjukan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi, atau pun orang-orang yang menunjukan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam organisasi. Struktur ini mengandung unsur-unsur spesialis kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan besaran (ukuran) satuan kerja.  

Unsur dan Tiang Dasar Organisasi Formal Ada 3 Unsur pokok organisasi formal, yaitu :

1. Sistem kegiatan terkoordinasi
2. Kelompok orang
3. Kerjasama mencapai tujuan  

Tiang dasar teori organisasi formal  

1. Pembagian kerja  
2. Proses skalar (hirarki) dan fungsional (horizontal)  
3. Struktur  
4. Rentang kendali Ciri-Ciri Organisasi Formal  


Ciri-Ciri Organisasi Formal  

1. Suatu organisasi terdiri dari hubungan-hubungan yang ditetapkan antara jabatan-jabatan. Blok-blok bangunan dasar dari organisasi formal adalah jabatan-jabatan.

2. Tujuan atau rencana organisasi terbagi kedalam tugas-tugas; tugas-tugas organisasi disalurkan di antara berbagai jabatan sebagai kewajiban resmi

3. Kewenangan untuk melaksanakan kewajiban diberikan kepada jabatan. Yakni, satu-satunya saat bahwa seseorang diberi kewenangan untuk melakukan tugas-tugas jabatan adalah ketika ia secara sah menduduki jabatannya

4.Garis-garis kewenangan dan jabatan diatur menurut suatu tatanan hierarkis. Hierarkinya mengambil bentuk umum suatu piramida, yang menunjukkan setiap pegawai bertanggung jawab kepada atasannya atas keputusan-keputusan bawahannya serta keputusan-keputusannya sendiri.

5. Suatu sistem aturan dan regulasi yang umum tetapi tegas, yang ditetapkan secara formal, mengatur tindakan-tindakan dan fungsi-fungsi jabatan dalam organisasi

6. Proesedur dalam organisasi bersifat formal dan impersonal – yakni, peraturan-peraturan organisasi berlaku bagi setiap orang. Jabatan diharapkan memiliki orientasi yang impersonal dalam hubungan mereka dengan langganan dan pejabat lainnya.

7. Suatu sikap dan prosedur untuk menerapkan suatu sistem disiplin merupakan bagian dari organisasi.

8. Anggota organisasi harus memisahkan kehidupan pribadi dan kehidupan organisasi.

9.Pegawai dipilih untuk bekerja dalam organisasi berdasarkan kualifikasi teknis, alih-alih koneksi politis,

10.Meskipun pekerjaan dalam birokrasi berdasarkan kecakapan teknis, kenaikan jabatan dilakukan berdasarkan senioritas dan prestasi kerja.  

Contoh organisasi formal :
ASEAN, Perseroan terbatas,organisasi Sekolah yang di kelola secara resmi terstruktur, Negara ,OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah), PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia), LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), dan lain-lain. contoh gambar ASEAN


2. Organisasi informal


Organisasi Informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:

  1.Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.

  2.Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.   Organisasi Informal memiliki ciri-ciri :
1. Lepas
2. Fleksibel
3. Tidak terumuskan
4. Spontan  

Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar, maupun tidak sadar. Kerapkali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan-hubungan antara para anggota, bahkan tujuan-tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi.

Contoh Organisasi Informal :
Arisan ibu-ibu
Orang-orang di kendaraan umum
Sekumpulan penonton yang menyaksikan sepak bola.    




http://hmti.wordpress.com/2008/02/22/definisi-dan-pengertian-organisasi/
http://rifki26nr.blogspot.com/2011/09/organisasi-sebagai-wadah-dan-proses.html
http://tkampus.blogspot.com/2012/03/organisasi-formal-dan-informal.html

Rabu, 10 Oktober 2012

Dia

Dia....Sebagian dari nafasku
Dia....Selalu ada disaat aku lemah
Dia....Pangeran dengan tameng yang slalu dia bawa untuk melindungiku
Dia....Pendekar dengan pedang ditangannya dan rela mati untukku
Dia....Petani yang menanam padi untuk kebuthan manusia dibumi
Dia....Malaikat tanpa sayap yang selalu menemaniku saat aku bernafas
Dia....Prajurit dalam medan perang yang sering terluka akibat pembelaannya terhadapku


Tetapi,,

Dia...Manusia biasa yang terkadang melakukan kesalahan yang sulit termaafkan

Minggu, 07 Oktober 2012

SABAR KUNCI KEHIDUPAN


Nama                   : Umi Nabila
Kelas          : 2KA42
NPM           : 18111388

SABAR KUNCI KEHIDUPAN

Kenapa Kita Harus Bersabar ?
            Menurut Imam Al-Ghazali, sabar merupakan ciri khas manusia. Selain dikaruniai akal, manusia juga memiliki hati sebagai penyeimbang nafsu. Dan sabar terletak di dalam hati yang lapang. Sebagai manusia yang memiliki tiga potensi tersebut janganlah seseorang diperbudak nafsu amarahnya dengan meninggallkan saluran kebaikan melalui pintu-pintu kesabaran. Jika seseorang kehilangan kesabaran yang dikendalikan oleh hati nurani yang tidak jernih, maka akan muncul tindakan di luar control. Dan tindakan yang dikendalikan oleh hati dan akal yang tidak jernih akan menimbulkan penyesalan.
            Untuk itulah, sifat sabar harus terus dipupuk. Sabar dalam arti yang positif bias menumbuhkan energy hidup yang semakin menentang. Sabar tidak berarti tanpa usaha, tapi sabar sebagai strategi dalam menyelesaikan suatu persoalan. Menurut Yusuf al-Qardhawi, sabar dapat diterapkan ke dalam enam persoalan hidup sebagai manusia beriman, yaitu :
  • Sabar menerima cobaan
  • Sabar dari keinginan hawa nafsu
  • Sabar dalam taat kepada Allah
  • Sabar dalam berdakwah
  • Sabar dalam perang/membela diri
  • Sabar dalam pergaulan
Ketika kamu bias sabar dalam enam hal tersebut insya Allah kamu akan menjadi pribadi yang sabar, disenangi orang, diharapkan kehadirannya, dan ditangisi kepergiannya. Jangan sampai ya… kamu meninggal dunia nanti disumpahi banyak orang karena perbuatanmu kini. Wallahu a’lam J

BEKERJA KERAS DAN DISIPLIN


Nama                   : Umi Nabila
Kelas          : 2KA42
NPM           : 18111388

BEKERJA KERAS DAN DISIPLIN

Pernah nggak kamu memikirkan tentang kiat supaya sukses ? Atau pertanyaannya diganti dengan, bagaimana sih caranya supaya bias jadi orang sukses ? Sebuah pertanyaan yang sering terbetik dalam benak kita, tapi sering kita malas mencari jawabannya. Semua orang, termasuk kamu sendiri pun sebenarnya sudah tahu bahwa untuk mencapai sukses itu harus bekerja keras dan disiplin tinggi. Tapi masalahnya bagaimana mewujudkan bentuk kerja keras dengan disiplin tinggi dalam setiap langkah kita. Sekarang ada pertanyaan, kenapa kita harus bekerja keras ? dan kenapa juga kita harus disiplin ?
Untuk menjawab dua pertanyaan tersebut ,perlu diungkapkan terlebih dahulu, bekerja keras dan disiplin itu apa ? bekerja keras adalah upaya sungguh-sungguh dengan mencurahkan segala kemampuannya untuk mencapai sesuatu yang diinginkannya. Sedangkan disiplin itu merupakan upaya menempatkan seluruh potensi dan peluang yang ada dengan tepat. Namun tidak jarang kita temukan antara bekerja keras dengan disiplin itu tidak beriringan. Ketimpangan antara kerja keras dengan disiplin itu mengakibatkan ketidakseimbangan antara proses yang dilakukan dengan hasil yang didapatkan.
Coba kamu cermati, ada dua orang sama-sama pekerja keras, yang ke-satu pandai mengatur waktu, kemampuan dan peluang, dan yang kedua tidak teratur alias serabutan. Orang yang pertama adalah orang yang sungguh-sungguh melakukan pekerjaannya dan dia sangat ketat memanfaatkan seluruh potensi waktu, kemampuan dan peluang yang ada dengan tepat. Sedagkan yang kedua merupakan orang yang hanya mendasarkan semangat tinggi (kerja keras) tapi kurang atau tidak memperhatikan potensi waktu, kemampuan dan peluang yang ada secara maksimal.
Pertanyaan yang muncul di kemudian, tipe orang seperti apa yang akan mendapatkan kesuksesan secara lebih sempurna? Tentu jawabannya adalah orang tipe pertama yang pertama. Di samping bekerja keras, ia juga memiliki disiplin tinggi. So, orang yang akan sukses adalah orang yang mampu menggabungkan antara kerja keras dengan disiplin. Kalo hanya kerja keras tanpa disiplin akan mengalami hambatan-hambatan yang sering sulit kita selesaikan.
Untuk Apa Disiplin?
            Kamu pasti sudah sangat jelas, bahwa kerja keras itu untuk memaksimalkan kemampuan kamu agar keinginan kamu dapat tercapai. Tapi, tahukah kamu, fungsi disiplin itu untuk apa? Ya, disiplin itu berfungsi untuk :
·      Agar Kita Tidak Kehabisan Tenaga
Dengan disiplin, kita dapat memanfaatkan tenaga, peluang (kesempatan) dan kemampuan yang kita miliki secara lebih sempurna.
·      Untuk Membagi Beban Sama Rata
Dengan disiplin, kamu akan bias membagi beban yang kamu miliki secara seimbang dan tidak jomplang.
So, ukuran kedisiplinan seseorang sangat terkait dengan bagaimana dia memhargai waktu, kesempatan dan kemampuan yang dimiliki. Maukah kamu disebut sebegai generasi malas dan tidak disiplin? Kalo mau, tunggulah kehancuran! Kalo tidak mau, mari kita ubah kebiasaan kita! Kalo nggak sekarang kapan lagi? J

Selasa, 15 Mei 2012

manusia dan penderitaan


                                           MANUSIA DAN PENDERITAAN
Didunia Allah menciptakan semuanya dengan seimbang, salah satunya ialah penderitaan dan kesenangan. Dimana keduanya tidak dapat dipisahkan. Dibalik penderitaan pasti ada kesenangan atau hikmah yang dapat diambil, begitu juga kesenangan dimana seorang manusia merasakan kesenangan setelah melalui penderitaan. Pada kesempatan saya akan menjelaskan mengenai manusia dan penderitaan
Pengertian penderitaan :
Penderitaan berasal itu berasal dari kata derita, derita adalah seebuah hal yang bisa memandang buruk diri orang tersebut. Penderitaan tidak hanya terjadi pada manusia, tetapi pada semua makhluk yang hidup didunia ini dan penderitaan adalah hal yang sulit diterima oleh semua makhluk hidup. Tetapi semua itu percuma, karena Allah sudah mengatur kebahagiaan dan penderitaan bagi semua makhluk hidup dan semua makhluk hanya bisa berusaha, berdo’a dan bertawakal kepada-Nya. Contohnya, pepohonan yang tumbuh di kaki gunung merapi. Dan suatu saat gunung merapi itu bisa saja mengeluarkan laharnya dan mengenai pepohonan yang tumbuh dengan subur. Dimana semua ini atas kehendak Allah tumbuhan tersebut menderita. Tetapi dibalik penderitaan ini ada hikmahnya, tumbuhan yang hangus terbakar material gunung merapi tersebut, kemudian rata dengan tanah dan tanah tersebut menjadi subur.
Begitu juga manusia pun pernah merasakan yang namanya penderitaan. Tetapi manusia berbeda dengan makhluk lain. Pada dasarnya Allah memberikan dua jalan untuk manusia yaitu kebahagiaan dan penderitaan. Kemudian manusia itu sendirilah yang menentukan mana jalan yang dipilih untuk hidupnya. Akan tetapi selepas dari itu semua sebenarnya kebahagiaan dan penderitaan saling berkaitan satu sama lain. Dan akan berujung pada kebahagiaan jika manusia itu mau berusaha. Seperti kata peribahasa “berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian” yang mana peribahasa ini menjelaskan, “jika seseorang ingin bahagia, maka ia harus bekerja keras untuk mendapatkan kebahagiaan tersebut”.
Penderitaan batin yang dialami manusia :
Manusia setelah merasakan penderitaan biasanya ada yang tetap melekat di dalam batin seseorang ada juga yang bisa melupakannya kalau manusia yang mengalami penderitaan batin yang sangat kuat sehingga dia tidak kuat lagi menanggung penderitaan itu akan berakibat gangguan mental. Gejala manusia yang mengalami penderitaan batin dalah:
1.      Jasamani -> pusing, mual, sesak nafas dan lain lain
2.      Rohani -> rasa cemburu, apatis, mudah marah dan lain lain


Penderitaan batin banyak terdapat dilingkungan :
1.      Anak anak muda usia
2.      Kota kota besar
3.      Orang yang tidak beragama
4.      Wanita
5.      Orang yang mengejar materi


Penderitaan timbul itu karena dua faktor :
1.      Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang timbul dikarenakan kesalahan yang dilakukan oleh seseorang atau kenakalan seseorang. Contoh ketika seorang anak melakukan kenakalan yang sudah keterlaluan biasanya akan di beritahu oleh kedua orang tua dalam hal ini biasanya kalau ibu marah kepada anaknya biasanya anaknya hanya mendengarkan begitu saja tetapi kalau ayah sudah marah biasanya sekalinya marah akan lebih parah dari pada ibu dan biasanya sang anak akan timbul tekanan batin dan biasanya akan teringat selalu.

Penderitaan yang timbul karena penyakit, atau azab
2.      dari tuhan
Penderitaan ini dirasakan oleh jasmani seseorang . contoh ketika kita sedang sakit pasti tubuh manusia yang sedang mengalami sakit itu akan merasakan tidak enak yang lama kelamaan akan berujung penderitaan itulah yang dinamakan dengan penderitaan yang timbul karena penyakit.

Kesimpulan :
Jadi , semua penderitaan itu jangan ditanggapi dengan sikap negatif  jika ditanggapi dengan sikap negatif maka hasilnya juga akan negatif tetapi jika ditanggapi dengan sikap positif maka hasilnya juga akan positif dan dibalik semua penderitaan pasti ada sebuah kebahagian . 


manusia dan keindahan


                                          Manusia dan Keindahan
Manusia adalah makhluk yang diciptakan sempurna dibandingkan dengan makhluk-makhluk lain, karena manusia dibekali akal, pikiran dan budi pekerti. pada dasarnya manusia senang akan keindahan, baik berupa apa yang dilihat maupun yang dirasakan, baik itu perbuatan maupun perasaan. Berikutt saya akan menjelaskan tentang keindahan.
Keindahan dapat kita temukan dan kita rasakan dimana-mana. Keindahan itu tidak harus pergi ketempat-tempat yang bagus, indah,elok,asri dan sebagainya. Cukup dengan berbuat baik dan diiringi keikhlasan, keindahan sudah kita dapat dan kita rasakan. Dan tak hanya itu orang lain pun akan merasakan keindahan tersebut meskipun ia tak berbuat apa-apa. Jika hal ini dilakukan setiap manusia dimanapun dan kapanpun ia berada alangkah indahnya hidup ini, baik itu disekolah, rumah tempat umum, jalan-jalan dan sebagainya.
Jadi, seperti yang saya katakan diatas, indah itu ada dimana-mana. Jika, manusia itu sendiri yang mau membuat keindahan itu ada dimana-mana. Berikut ini beberapa pengertian keindahan :
Menurut pengertian keindahan secara luas itu ada 3 yaitu:
1.      Keindahan dalam arti luas
Keindahan menurut para ahli :
·         Menurut the liang gie keindahan adalah ide kebaikan
·         Menurut Pluto watah yang indah dan hokum yang Indah
·         Menurut aristoteles keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan

2.      Keindahan dalam arti estetik murni
Adalah pengalaman dari estetik seseorang yang sudah mempunyai ilmu yang diserapnya

3.      Keindahan dalam arti terbatas
Yaitu benda benda yang dapat dinikmati oleh mata keindahannya baik dari segi bentuk dan warnanya.

Keindahan sendiri memiliki dua nilai yang sangat penting yaitu:
1.      Nilai ekstrinsik
Adalah nilai yang sifatnya sebagai alat atau sebagai alat bantu untuk membantu suatu hal. Contoh nyanyian atau suara seseorang yang merdu dan ancur

2.      Nilai intrinsik
Adalah sifat baik yang ada didalam tubuh seseorang yang akan disampaikan. Contoh seseorang yang ingin menyampaikan kebaikan dari nyanyiannya dia.

Kesimpulan :
Jadi, keindahan itu ada pada setiap insan, jika setiap insan tersebut menunjukkan dan mempraktekkan keindahan itu dalam kehidupan sehari-hari.


manusia dan keadilan

MANUSIA DENGAN KEADILAN

Manusia adalah mahkluk hidup yang hidup saling ketergantungan (mahkluk social) yang tidak dapat hidup sendiri. Kita saling membutuhkan bantuan dari orang lain, maka sebab itulah keadilan sangat dibutuhkan dalam hidup bermasyarakat. Berikut saya akan menjelaskan tentang keadilan.

            Keadilan menurut saya tidak dapat diartikan secara tepat, karena keadilan dapat diartikan sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi, seperti yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari contoh. Seorang ibu yang mempunyai 2 orang anak, anak yang pertama masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) dan anak yang kedua sudah menjadi mahasiswa (kuliah). Anak yang pertama mendapat uang sangu lebih besar dripada anak yang kedua dan anak yang pertama mendapat uang sangu yang lebih besar karena anak yang pertama sedang banyak kebutuhan, seperti membeli buku dan alat tulis. Menurut saya hal tersebut adil karena anaknya yang pertama sedang banyak kebutuhan.
            Maka dari itu saying bilang kalau keadilan itu tidak dapat diartikan secara tepat. karena banyaknya dan bervariasinya keadilan membuat bingung ketidakadilan yang bagaimana yang harus ditegakkan berikut ini adalah pengertian keadilan menurut para ahli :
-      Keadilan menurut Aristoteles
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil. Dan menurut Aritoteles keadilan menjadi beberapa macam, berikut macam-macam keadilan menurut Aritoteles :
Ø  Keadilan komulatif
Perlakuan seseorang yang tidak dilihat atau tidak dipandang dari jasa jasa yang pernah di lakukannya.
Ø  Keadilan distributif
Perlakuan seseorang yang dilihat dari jasa jasa yang pernah dilakukannya.
Ø  Keadilan kodrat alam
Balas budi kepada seseorang atas perbuatan yang pernah dilakukannya.
Ø  Keadilan konvensional
Keadilan yang didekritkan melalui suatu kekuasaan khusus.
Ø  Keadilan teori perbaikan
Seseorang yang mencoba memulihkan nama baik seseorang yang sudah  tercemar.
-      Keadilan menurut Plato
     Menurut Plato, keadilan merupakan proyeksi pada diri manusia sehingga orang yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalika diri dan perasaanya dikendalikan oleh akal. Dan Plato membagi keadilan menjadi dua yaitu,
·         Keadilan moral
Perlakuan adil dari moral bisa dikatakan apabila perlakuan antara hak dan kewajiban seimbang.
·         Keadilan procedural
Perlakuan adil dari procedural apabila mampu melaksanakan perbuatan adil         berdasarkan tata cara yang telah ditetapkan.

-      Keadilan menurut Scorates
Menurut Scorates, keadilan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.

Kesimpulannya :
            Keadilan bai manusia dan manusi itu dapat dikatakan adil apabila manusi itu dapat meletakkannya sesuatu pada tempatnya. Contohnya seperti yang saya jelaskan di atas.