Jumat, 18 Januari 2013

Suatu senja milik sang kelabu

Berkhayal sebuah keindahan
Langkah menyusuri arung waktu
Bersahut dengan debur ombak
Tenang dalam hidup
Tak tergoyahkan si kelabu

Bertemu….
Sosok sendu senja sore
Ketika surya hendak membunuh hari
Terbias cahaya
Mengaliri air mata
Tak bersalah jatuh
Tak melawan sang bumi

Berakhir….
Keindahan sesaat sungguh
Hanya asa terputus
Keberadaan diri sang saksi
Mengawasi berakhirnya takdir
Membisu ketika menderu sang ombak
Menelan bulat hati yang gundah
Hilang sempat sang waktu tua
Untuk indah esok dan lusa

Sampai jumpa nona
Sang kelabu kan menemani
Mungkin esok entah lusa
Kini debur ombak berlanjut
Tak pernah asa terputus
Tak tergoyahkan sang kelabu
Hingga waktu tak menyangga lagi

Cinta dan cinta

Aku pernah terlahir ke dunia..
Begitupun engkau, mereka, dan yang lainnya..
Kita tercipta karena Cinta dan cinta..
Dikepakkan sayap-sayap sayup dalam doa..

Cinta itu guru bagi manusia..
Ia melahirkan garis penghidupan..
Dalam nafas-nafas yang panjang dan terasa lelah..
Katup-katup cahayanya terbuka dari balik langit..

Cinta itu anugerah Tuhan..
Merdeka pengharapan dan manis peraduan..
Sesekali dijejali pahit dunia..
Begitu berat terasa, indah hangat tersampaikan pada jiwa..

Cinta itu alam..
Menyatu dalam keindahan tiap bunga yang bermekaran..
Mengasihi anak-anak adam dan hawa dilembah kebebasan..
Hadir bersama awan dan hujan ditengah tandus hati..
Serta kokoh berdiri musim-musim menjajaki citra manusia..

Sedang cintaku itu engkau..
Timbul dari balik luka..
Duduk dipeluk sayap-sayap cinta fana..
Menunggu perangai rembulan dari balik pegunungan..
Menumbuhkan bunga-bunga pada mata kita..
Pun kan lahir dari tunas-tunas jiwa kita sebuah Cinta dan cinta yang Agung..

Karya : Saputra Cahya Yunanto

Kekasihku

Kekasihku..
Jalan terjal penuh duri pernah jadi temanku..
Luka-luka penuh darah menyanyi ditapak kakiku..
Hingga membisu penuh ragu..

Kekasihku..
Sayap itu pernah patah..
Terluka disisi dalam remuk rupa..
Serta asaku gelap gulita..

Kekasihku..
Senga tawa pernah membeku..
Sedang hati ceria tersungkur tabah..
Lalu imaji terbawa arah..

Itu ceritaku dulu..

Kini aku bernyanyi damai..
Ditengah gurun sekalipun, suaraku lantang membelah kebisuan..
Kau menunjuk arahku..
Serta roda suka melindas luka..

Hatiku yang pernah mati..
Ditanami tunas pesona jiwamu..
Senyum merekah merona merah diwajahmu..
Indah damai kuresapi dalam pandang..

Cintaku sebening embun kepadamu..
Sesejuk hawa di kaki gunung..
Bersinar panas di terik mentari..
Cintaku menyatu dengan alam untukmu..

Itu aku yang untukmu, itu aku yang untuk kita, dan itu aku yang untuk aku..

Untukmu kekasihku sederhana..

Karya : Saputra Cahya Yunanto

Kesakitan

Terasuk jiwa untuk kembali pada hati
Meradam raga untuk kembali
Hangat air menetes sakit disini
Angin yang berlari
Kini menghampiri
Tercoba tu tak peduli
Tapi tertentang naluri
Pada kenyataan hati
Yang tak penah mati
Mengapa kini getir dan pahit rasa dalam diri
Bingung antara amarah dan kasih
Hancur dan perih aku bertanya dalam hati
Hancur dengan semua ini
Sayang ini terlalu amat menyakitkan
Kini lebih sakit ketika harus dilupakan
Sunguh aku tak dapat merelakan
Aku marah…,tapi tak bisa marah
Aku benci… tapi tak bisa benci
Ingin pergi…, menjauh… dan berlari..
Terus berlari…
Jatuh…,berlari lagi
Dalam jiwaku, hatiku, nafasku,…
Dan tak kan pernah tersesali

Bimbang

Tak tahu apa yang terjadi
Jantungku bertetak kencang…
Sangat kencang….
Sekencang aliran darahku
Tak tahu sebab yang terjadi
Tiap langkah kakiku…
Terlintas bayang dirimu…
Tak tahu apa yang kurasa
Hati ini terus bertanya – tanya..
Benarkah aku mencintainya…?

Kini…
Rasa bimbang slalu menghantui fikirku
Mungkin aku mencintainya
Tapi aku tak ingin mencintainya

Oh … Tuhan …
Apa yang terjadi denganku…?
Mengapa hati ini slalu bimbang …?
Ku mohon padamu Tuhan …!
Jangan biarkan rasa cinta ini tumbuh untuknya…!

Aku takut….
Aku takut……
Aku takut jika harus mencintainya…

Dear Al-Farizies Family

Dan jika berkata, berkatalah kepada aku
tentang kebenaran persahabatan?..Sahabat
adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan
kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan
mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.
Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut
membisikkan kata tidak di kalbumu sendiri,
pun tiada kau menyembunyikan kata ya.
Dan bilamana ia diam, hatimu tiada kan
henti mencoba merangkum bahasa hatinya;
karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman
persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan
keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita
yang utuh, pun tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita;
Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya,
mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya,
bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki,
nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan
kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan.
Karena kasih yang masih menyisakan pamrih,
di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih,
tetapi sebuah jala yang ditebarkan:
hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya,
Untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.

Sahabatku

Tahukah kau sobat???
Bahwa segala luka yang menyobek hatimu
Dapat juga ku rasakan dan menusuk jiwaku
Bahwa darah yang menetes dari luka itu
Seiring air mata yang mengalir di pipiku
Sadarkah kau sobat???
Bahwa kepedihan yang selalu tampak di wajahmu
Adalah mmpi terburuk yang membebaniku
Bahwa sikap dinginmu untukku
Adalah pedang yang terus menghujam dadaku
Dulu secercah tawamu yang indah
Selalu menggelitik jiwaku untuk tersenyum
Tapi kini semua tlah berubah
Dan bukan lagi kebahagiaan
yang mamapu kau berikan padaku
Karena sahabat…
Kau khianati aq
dan kau cemari ikatan kita
Kau dengan mudah melepas jemariku
Padahal kau melihat aku
Rapuh tanpa kau di sampingku
Aku ingin kau jadi sahabat seumur hidupku
Tapi sebuah sungutan yg selalu ku dapat
Bila ku salah…
Sebuah nasehat yang selalu membimbingku bila ku marah
Takkan pernah jadi milikku
Kemana aku harus mencari semua???